Tingkatkan kemampuan E-TLE, Dir Gakkum Koolantas kunjungi Sat Lantas Polres Semarang.
Polres Semarang_Polda Jateng.
Penegakkan hukum pelanggaran lalu lintas, terutama yang berakibat fatalitas kecelakaan di jalan raya terus digencarkan oleh jajaran Korlantas Polri. Menyikapi hal tersebut, Minggu 30 November 2025 Dir Gakkum Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal SIK. MH., didampingi Kasi Pullahjianta Kompol Irwan Andetta SIK. MH., Mendatangi ruang TMC (Traffict Management Center) Sat Lantas Polres Semarang.
Diterima langsung Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., berikut Kasat Lantas AKP Lingga Ramadhani STK. SIK. CPHR., serta Para kanit Sat Lantas. Rombongan langsung melakukan monitoring sekaligus pengecekan di ruang TMC.
Brigjen Faizal nampak serius memberikan arahan serta memonitoring pengumpulan pelanggaran, yanv tertangkap oleh kamera CCTV di ruang TMC.
“Menindak lanjuti salah satu kebijakan bapak Kakorlantas, dimana penindakan pelanggaran Lalu lintas 95 % menggunakan E-TLE dan 5 % menggunakan Tilang manual, dan Polres Semarang selain Polres peyangga ibu kita Provinsi juga sudah terpasang beberapa kamera yang terintegritas dengan Korlantas Polri.” Jelasnya.
Pihaknya juga berupaya akan meningkatkan jumlah titik kamera E-TLE di wilayah Kab. Semarang, kurang lebih target yang disampaikan ada 50 titik yang menjadi prioritas E-TLE kedepannya. Serta penambahan Hand Held atau Alat perekam Tilang, juga menjadi kebijakan dalam kunjungannya kali ini.
Dalam penerapan E-TLE maupun tilang manual, Brigjen Faizal menegaskan Polri bukan semata mata mencari kesalahan pengguna jalan namun langkah efektif pencegahan Laka lantas di jalan.
“Laka lantas terjadi diawali dari pelanggaran, dan dengan penegakkan Tilang ini, tentunya dengan dukungan akan kesadaran tertib berlalu lintas oleh masyarakat. Jadi ada petugas maupun tidak dilapangan, masyarakat sadar betul akan pentingnya tertib sehingga fatalitas kecelakaan bisa berkurang.” Imbuhnya.
Disinggung manfaat E-TLE Selain dalam hal penindakan pelanggaran, pihaknya menyampaikan kembali untuk kamera E-TLE juga sebagai alat monitoring situasi arus.
“Kita juga terbantu dengan kamera E-TLE tersebut, dimana dapat kita monitoring terpusat hingga Korlantas. Sehingga apabila ada situasi kemacetan atau gangguan Lalu lintas, terutama saat operasi terpusat seperti Nataru, Ketupat maupun operasi yang berkaitan dengan kegiatan Lalu lintas, dapat segera diambil tindakan.” Pungkasnya.
Khnza Haryati














